
Hasil Maksimal! GR Garage Auto2000 Raih Podium Di Mandalika
Hasil Maksimal! GR Garage Auto2000 Racing Team Menutup Musim Balap 2026 Dengan Catatan Membanggakan Di Mandalika. Tim Ini Mengumpulkan 17 Podium Agya OMR Dan Meraih Posisi Juara Umum Ketiga Kelas Seeded-B Kejurnas ITCR 1200. Selain mengejar hasil terbaik, para pembalap juga mengumpulkan pengalaman menghadapi karakter lintasan Mandalika.
Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya. GR Garage Auto2000 Racing Team menutup musim 2026 dengan mengumpulkan 17 podium Krida Agya OMR serta meraih posisi Juara Umum Ketiga kelas Seeded-B Kejurnas ITCR 1200. Hasil tersebut lahir dari kontribusi pembalap dan dukungan seluruh kru.
Penampilan Ferry Andrea Saputra, Romy Tahrizi, Aris Harvenda, dan Arya Duta Kamdani pada seri penutup turut memperkuat catatan tim di Mandalika. Dengan bekal pengalaman sepanjang musim, GRT memiliki dasar untuk terus mengevaluasi strategi, meningkatkan performa, dan menghadapi persaingan balap nasional selanjutnya.
Hasil Maksimaltersebut mencerminkan kerja sama pembalap, mekanik, dan seluruh kru pendukung. Selain itu, pencapaian ini menjadi bukti konsistensi tim menghadapi persaingan balap mobil nasional sepanjang musim. Pembagian pembalap tersebut memberi kesempatan kepada tim untuk bersaing di dua kelas.
Prestasi GR Garage Auto2000 Racing Team Di Mandalika
Prestasi GR Garage Auto2000 Racing Team Di Mandalika. GR Garage Auto2000 Racing Team (GRT) menuntaskan musim 2026 dengan torehan positif di Mandalika Festival of Speed (MFoS). Tim ini mengumpulkan 17 podium sepanjang kompetisi Krida Agya One Make Race (OMR). Selain itu, GRT mengakhiri Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 di posisi Juara Umum Ketiga kelas Seeded-B.
Dua pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan tim menjaga daya saing dalam format balapan yang berbeda. Capaian itu tidak terlepas dari kontribusi enam pembalap, yakni Romy Tahrizi, Aris Harvenda, Ferry Saputra, Leo Bagas, Caesar Yudha, dan Arya Kamdani. Mereka berjuang mengumpulkan poin serta menempatkan tim di barisan kompetitif.
Karena itu, hasil akhir musim menjadi buah kerja kolektif seluruh anggota tim. Krida Agya OMR menjadi salah satu ajang yang menguji kemampuan pembalap menggunakan mobil dari model yang sama. Format tersebut menuntut peserta mengandalkan keterampilan mengemudi, strategi, konsistensi, dan ketepatan mengambil posisi.
Dengan demikian, setiap balapan menghadirkan persaingan yang ketat untuk memperebutkan podium. Pada putaran penutup MFoS 2026, GRT menurunkan lima pembalap di dua kategori. Romy Tahrizi, Ferry Andrea Saputra, dan Aris Fertonny Harvenda berlaga di kelas Seeded. Sementara itu, Arya Duta Kamdani dan Leo Bagas Artato memperkuat tim di kelas Non-Seeded.
Hasil Maksimal! Ferry Dan Romy Tampil Kompetitif
Hasil Maksimal! Ferry Dan Romy Tampil Kompetitif terlihat dari performa para pembalap GRT pada dua balapan penutup Agya OMR. Dalam Race 1, Ferry Andrea Saputra berhasil memenangkan kelas Seeded. Rekan setimnya, Aris Harvenda, menyusul di posisi kedua. Sementara itu, Arya Duta Kamdani meraih posisi kedua kelas Non-Seeded.
Persaingan berlanjut pada Race 2 dengan hasil yang berbeda. Romy Tahrizi memimpin kelas Seeded setelah menyelesaikan delapan putaran dalam waktu 16 menit 48,282 detik. Ia juga mencatatkan lap tercepat dengan waktu 2 menit 5,320 detik pada putaran ketujuh. Aris Harvenda turut memperkuat hasil tim dengan finis di posisi ketiga kelas Seeded.
Di kelas Non-Seeded, Arya Duta Kamdani berhasil meraih kemenangan. Hasil tersebut menambah catatan positif GRT pada seri penutup musim balap 2026. Rangkaian hasil ini memperlihatkan kontribusi pembalap dari kedua kategori. Ferry, Romy, Aris, dan Arya mampu menunjukkan performa kompetitif pada momen berbeda. Dengan dukungan kru dan persiapan kendaraan, tim berhasil membawa pulang hasil penting dari Mandalika.
Hasil Maksimal juga hadir melalui partisipasi GRT di Kejurnas ITCR 1200. Pada kejuaraan ini, tim menurunkan Romy Tahrizi dan Aris Fertonny Harvenda di kelas Seeded-B. Sementara itu, Ferry Andrea Saputra, Arya Duta Kamdani, dan Leo Bagas Artato bertarung di kelas Non-Seeded.